Saat sedang mengalami batuk pilek seseorang kadang tidak bisa mendapatkan waktu istirahat dan tidur yang nyenyak. Tapi ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar bisa istirahat dengan nyaman saat pilek.
Umumnya orang dewasa akan mengalami pilek sekitar 2-5 kali dalam setahun, sedangkan anak-anak bisa 5-10 kali dalam setahun. Sebagian besar orang akan lebih rentantertular ketika musim dingin karena adanya penurunan suhu di sekitar serta kekebalan tubuh yang berkurang.
Berikut ini langkah-langkah mudah yang bisa dilakukan agar dapat beristirahat dengan nyaman saat pilek, seperti dikutip dari WebMD, Selasa (13/3/2012) yaitu:
1. Menggunakan humidifier agar lebih mudah bernapas
Humidifier yang digunakan akan melepaskan kelembaban ke udara, dan uap yang muncul ini bisa melonggarkan hidung mampet dan melembabkannya. Selain membantu orang bernapas lebih mudah, udara lembab juga menenangkan jaringan di hidung dan tenggorokan serta menghilangkan rasa sakit radang tenggorokan. Tapi pastikan untuk membersihkan humudifier secara teratur.
2. Mandi air hangat sebelum tidur
Mandi dengan menggunakan air hangat bisa membuat napas terasa lebih nyaman. Selain itu bisa juga dengan membungkuk di atas bak berisi air panas atau meletakkan kompres hangat di daerah sinus.
3. Pilihlah obat secara bijak
Obat batuk pilek biasanya mengandung bahan lain untuk mengobati gejala seperti hidung mampet, pilek, batuk, demam dan nyeri. Tapi bijaklah dalam memilih obat, karena beberapa bahan tertentu bisa membuat orang tetap terjaga, tapi di sisi lain beberapa antihistamin bisa membuat orang mengantuk.
4. Menenangkan sakit tenggorokan
Berkumur dengan air garam hangat sebelum tidur bisa menenangkan nyeri tenggorokan. Tapi jika sakit tenggorokan yang dialami parah dan disertai demam tinggi, sebaiknya hubungi dokter karena dikhawatirkan akibat infeksi tenggorokan.
5. Menggosokkan balsam untuk atasi batuk
Menggosokkan balsam di dada dan tenggorokan bisa membantu meringankan batuk yang berhubungan dengan flu. Uap yang muncul dari balsam akan menenangkan batuk dan mengurangi kemampatan. Tapi sebaiknya jangan dimakan atau dimasukkan ke dalam hidung.
6. Meninggikan kepala saat tidur
Meningkatkan posisi kepala saat tidur bisa membantu seseorang lebih mudah bernapas. Tapi sebaiknya jangan menumpuk banyak bantal karena membuat lengkungan leher sakit dan membuat sulit bernapas, melainkan dengan membentuk lereng yang lembut atau secara bertahap berundak.
7. Tidurlah sesuai jadwal
Pilek bisa mengganggu jadwal tidur seseorang, tapi sebaiknya tetap bangun dan tidur pada waktu yang sama seperti biasa. Hal ini karena jika seseorang kurang tidur akan mempengaruhi sistem kekebalan tubuh yang membuatnya sulit melawan penyakit yang dideritanya.
detikhealth.com
Cara tidur nyenyak saat PILEK
NAPZA??? what is that?
a. Definisi narkoba
Narkoba adalah zat kimia yang dapat mengubah keadaan psikologi seperti perasaan, pikiran, suasana hati serta perilaku jika masuk ke dalam tubuh manusia baik dengan cara di makan, di minum, di hirup, suntik, dsb ( http://organisasi.org
b. Penggolongan narkotika/NAZA/NAPSA
1. Narkotika
a) Menurut Edy Karsono (2004), narkotika adalah zat atau bahan aktif yang bekerja pada sistem saraf pusat (otak), yang dapat menyebabkan penurunan sampai hilangnya kesadaran dirasa sakit (nyeri) serta dapat menimbulkan ketergantungan.
b) Menurut Ida Listyarini (2004), penggolongan narkotika yaitu :
1. Penggolongan narkotika berdasarkan proses pembuatannya
a) Narkotika alam, yaitu narkotika yang dibuat dari bahan-bahan alam sepetri tumbuhan dan sebagainya.
Menurut syafruddin(2007), penggolongan narkotika alam yaitu :
(1) Opium, berasal dari sejenis tumbuh-tumbuhan Papaver somniferum.
Tidak bermanfaat untuk medis. Pengaruh opium ini suka menghayal dan dapat menghilangkan rasa sakit. Akibatnya nafsu makan akan hilang, dapat kecanduan dan mengakibatkan kematian.
(2) Cocain atau Cocaine, berasal dari daun tumbuhan yang dimakan Erythroxylone Coca. Bermanfaat bagi medis untuk obat mati rasa yang bersifat lokal. Pengaruh cocain ini akan banyak bicara, dapat memberi rangsangan dan stimula. Akibatnya perasaan menjadi tertekan dan kejang.
(3) Ganja, sering pula disebut camabis, berasal dari jenis tumbuh-tumbuhan yang dinamakan Canabis Sativa. Ganja dikenal pula dengan sebutan marijuana, gele, cimeng, hash, kangkung, oyen, ikat, bang, labang, grass, rumput, dll. Tumbuh-tumbuhan ini terdapat di daerah tropis maupun subtropis. Daun dan ujung yang sangat dibutuhkan, kadar hasilnya mengandung zat kimia dinamakan TETRA HYDRO CANNABINOL atau THC yang dapat mempengaruhi perasaan, penglihatan dan pendengaran. Dampak yang timbul jika mengkonsumsi ganja yaitu hilangnya konsentrasi, peningkatan denyut jantung, kehilangan keseimbangan dan koordinasi diri, rasa gelisah dan panik, depresi, kebingungan serta halusinasi. (klik read more di bawah untuk melanjutkan)
Mahasiswa Ancam Gantung Pemerintah Jika RPP Tembakau Tak Disahkan
"Kita maunya tegas saja. Sahkan, tanda tangani, atau kami siapkan tali gantungan," ancam Nanda, mahasiswi dari Pergerakan Anggota Muda Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) usai membacakan petisi mewakili 9 organisasi mahasiswa di Hotel Maharani, Rabu (8/2/2012).
Para mahasiswa dari 9 organisasi ini merasa geram, sebab seharusnya RPP Tembakau disahkan hanya 1 tahun sejak ditetapkannya UU Kesehatan no 36/2009. Namun hingga kini setelah 3 tahun berlalu, nasib RPP tersebut masih terkatung-katung dan terkesan sengaja selalu ditunda. (click read more)
Dampak Otoda
Keadaan ini membuat pemerintah pusat kesulitan dalam mengatur dan mengoptimalkan sumber daya alam yang ada sehingga pemerintah pusat memberikan kewenangan yang luas, nyata, dan bertanggung jawab kepada daerah. Sesuai dengan UU No. 22/1999 dan UU no.25/1999 mengenai otonomi daerah, tujuan pemerintah pusat adalah peningkatan kesejahteraan rakyat, pemerataan dan keadilan, demokratisasi, dan penghormatan terhadap budaya lokal serta memperhatikan potensi dan keanekaragaman daerah. Hal ini mengindikasikan bahwa pemerintah pusat memberi peluang kepada daerah agar leluasa mengatur dan melaksanakan kewenangannya atas prakarsa sendiri sesuai dengan kepentingan masyarakat setempat dan potensi setiap daerah, salah satu prakteknya adalah pengelolaan wilayah pesisir untuk dijadikan wisata pantai yang menarik.
Dalam pengelolaannya, ada wilayah pesisir yang mendapat pengolahan area untuk dijadikan wahana wsata dan ada yang dijadikan wahana wisata tanpa pengolahan area atau bisa disebut tidak merubah struktur alam yang ada. Pengolahan area wisata bisa berskala ringan, sedang, maupun tinggi. Hal tersebut dapat dilihat dari pengurukan tanah, pembukaan jalan, banyaknya fasilitas-fasilitas bangunan yang didirikan, maupun dari perluasan area.
2
Pembangunan wahana wisata pantai juga dapat memberikan dampak positif dan negatif. Beberapa dampak positifnya adalah meningkatkan pendapatan daerah, sumber daya alam di daerah teroptimalkan, membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat, dan meningkatkan daya saing antar daerah dalam sektor pariwisata. Selain itu, dampak negatifnya adalah terjadi penurunan kualitas udara, peningkatan jumlah sampah, peningkatan volume limbah, penurunan kualitas air laut, dan peningkatan volume lalu lintas. Berdasarkan beberapa dampak negatif tersebut, ada satu dampak yang harus mendapat perhatian serius yakni penurunan kualitas udara. Masalah ini adalah masalah serius yang berdampak pada kesehatan wisatawan dan warga yang berada di area wisata.
Penurunan kualitas udara di daerah wisata pantai tersebut diakibatkan karena peningkatan volume lalu lintas kendaraan bermotor. Kendaraan bermotor memberikan kontribusi yang sangat dominan terhadap pencemaran lingkungan berupa emisi unsur-unsur kimia karena gas buang yang dikeluarkannya. Unsur-unsur kimia antara lain berupa CO2, NOx, HC, CO, dan Pb yang diketahui mempunyai dampak serius terhadap kesehatan dan alam. Salah satu usaha yang dapat dilakukan adalah penanaman tanaman untuk menekan dampak negatif pencemaran udara. Hasil dari berbagai penelitian membuktikan bahwa tanaman mempunyai kemampuan mereduksi pencemar udara dengan melalui fotosintesis dan juga dapat mengurangi energi getaran akustik dengan penyerapan aksi viskos oleh struktur batang dan daun tanaman yang berarti berpotensi meredam kebisingan (Kamal, 2000).
Berangkat dari pemikiran tersebut, dirasa perlu adanya suatu upaya untuk meningkatkan kualitas udara di daerah wisata pantai yang efektif dan menguntungkan. Upaya peningkatan kualitas udara dengan penanaman Casuarina equisetifolia untuk kawasan wisata yang sehat merupakan program tepat yang harus dirintis sejak dini. Penanaman Casuarina equisetifolia ini diharapkan dapat mengurangi resiko negatif terhadap kesehatan wisatawan dan membuat kawasan wisata pantai berwawasan lingkungan.








